Juliar Nasution

blog yang membahas tentang apapun, tergantung mood

Cara membuat helper sendiri di Laravel

Laravel telah menyediakan banyak fungsi helper bawaan yang dapat anda panggil dimana saja didalam aplikasi projek anda. Helper-helper tersebut dapat membantu anda untuk menangani hal-hal seperti arrays dan objects, paths, strings, URLs dan lain-lain.



Helper bawaan tersebut dapat anda temukan dokumentasinya di link berikut helpers laravel

Namun, ternyata anda dapat membuat fungsi helper anda sendiri, dimana fungsi tersebut akan mempermudah anda dalam melakukan pengembangan aplikasi.

Berikut ini adalah cara untuk membuat helper di laravel.

1. Membuat file Helper

Pada bagian ini, anda dapat membuat file helper bernama Helper.php  di dalam folder app/. Namun, agar lebih rapih, ada baiknya jika anda membuat folder baru didalam folder app/ tadi, bernama Helpers. jadi hasilnya akan menjadi app/Helpers/Helper.php.

kemudian tambahkan kode berikut



jika anda membuat class sebagai helper anda, maka tambahkan namespace App\Helpers; pada bagian atas nama class anda.

2. Cara menggunakan file Helper yang telah Anda buat

sebelum menggunakan Helper yang telah kita buat, maka kita perlu meng-autoloadkan file Helper tersebut, agar Helper dapat di panggil secara langsung dimana saja.
Berikut ini beberapa cara meng-autoloadkan Helper yang telah kita buat.

  • Anda dapat melakukan autoload file Helper dengan menggunakan composer.
  • Anda juga bisa menggunakan Laravel service provider untuk mendaftarkan file Helper anda.
  • Anda juga dapat menggunakan package untuk memanggil fungsi Helper anda.

      a). menggunakan Composer
          Cara pertama untuk meng-autoload-kan / menggunakan Helper buatan anda adalah dengan menggunakan bantuan Composer. Anda dapat melakukannya dengan membuka file composer.json yang ada di projek Laravel anda, lalu mendaftarkan Helper yang anda buat tadi pada bagian autoload. setidaknya hasilnya akan seperti berikut :

Setelah mendaftarkan helper anda di dalam comopser, langkah selanjutnya yang perlu anda lakukan adalah mengetikkan perintah composer dump-autoload pada terminal di dalam projek Laravel anda. selesai.

      b).menggunakan Service Providers
          Cara kedua adalah dengan menggunakan Service Providers. Langkah pertama yang perlu anda lakukan adalah membuat file HelperServiceProvider dengan cara mengetikkan perintah  php artisan make:provider HelperServiceProvider. Setelah file HelperServiceProvider berhasil dibuat, buka file tersebut, lalu ubah fungsi register yang ada didalamnya menjadi seperti berikut :

Kemudian buka file app.php yang terdapat didalam folder config, kemudian tambahkan baris kode berikut didalam providers array : App\Providers\HelperServiceProvider::class,
Selesai

      c). menggunakan Package
          Cara ini dapat anda lakukan dengan menggunakan bantuan package https://github.com/browner12/helpers/, untuk menggunakannya dapat anda lakukan dengan menginstallnya terlebih dahulu menggunakan composer, ketikkan perintah berikut ini di terminal anda : composer require browner12/helpers kemudian tambahkan kode browner12\helpers\HelperServiceProvider::class, di providers array pada file app.php yang terdapat di folder config


3. Menggunakan Helper yang telah dibuat

Anda dapat menggunakan/memanggil Helper yang anda buat tadi dimana saja, misal di dalam route, controller maupun dalam file blade. Misal berikut ini saya memanggil helper didalam route yang terdapat di file routes/web.php :

Demikianlah tutorial cara membuat helper sendiri di Laravel, jika ada yang dibingungkan silahkan komen di bawah.
Sekian dan terima kasih, wassalamu alaikum







Salah Pilih Jurusan ?


Ada sedikit kegalauan yang pernah saya alami ketika hendak menginjak semester pertengahan dimasa kuliah. Muncul sebuah pertanyaan mungkin akibat ketidakmampuan saya dalam menghadapi kenyataan sebagai mahasiswa Teknik Informatika.

Pertanyaan yang mungkin bukan hanya saya yang mengalaminya, tetapi juga beberapa teman kelas saya yang lainnya. Dan mungkin hal ini juga dialami oleh mahasiswa jurusan lainnya.

Apakah saya salah pilih jurusan ?

Sebenarnya pertanyaan itu tidak murni dari ide saya, tetapi pertanyaan itu muncul dari "kelakar" teman saya yang saat itu mungkin sedang stress mengerjakan laporan yang tak kunjung di ACC, terlebih lagi jika mendapat asisten dosen yang terkesan menjengkelkan.

Salah pilih jurusan bagi Anak informatika bisa saja disebabkan oleh beberapa hal. Pertama, ketidaksesuaian ekspektasi bahwa anak informatika hanya bermain komputer/laptop saja, tidak akan menemukan lagi yang namanya matematika. Disini banyak teman saya yang tertipu. Saya sendiri tidak tertipu disini, malah dulu saya menyangka anak informatika juga bakalan belajar fisika dan kimia. Itu sebabnya dulu saya membawa buku fisika waktu SMA ke kosan saya.

Kedua, ketidakmampuan akan programming. Yah, informatika memang identik dengan programming, tetapi bukan berarti setiap anak Informatika harus jadi programmer. Hanya saja, bagi saya terasa kurang afdhol bila anak informatika tidak bisa programming, karena setiap semester anak Informatika akan belajar tentang programming dan logika.

Kembali kepada permsalahan saya sebelumnya "Apakah saya salah pilih jurusan ?". Pertanyaan ini muncul bukan karena sebab pertama (matematika/perhitungan), melainkan karena masalah kedua, programming.

Saat masih semester pertama, sampai semeter 5, programming seperti Puzzle yang sulit untuk saya pecahkan. Hal inilah yang membuat saya berfikir bahwa salah pilih jurusan, seperti halnya beberapa teman saya lainnya.

Karena hal ini pula lah yang membuat saya agak "kesal" ketika ada orang berkata "Kalau bisa matematika, maka akan lebih mudah untuk paham programming". Tapi, nyatanya sangat sulit bagi saya untuk memahami programming saat itu.

Namun, lambat laun akhirnya saya mulai paham dengan programming, membuat program sendiri dan merancang logikanya. Dimana menjadi seorang programmer-lah yang menjadi profesi saya saat ini.

Kembali ke persoalan "salah pilih jurasan" tadi, seandainya dulu saya tahu bahwa hari ini saya akan bekerja sebagai seorang programmer(meskipun mungkin belum  begitu mahir), mungkinkah dulu saya akan berfikir bahwa saya "salah pilih jurusan ?".

Jawabannya, mungkin "ya" dan mungkin "tidak". mengapa demikian ? "alasannya adalah bagaimana jika dulu saya mengambil jurusan fisika (yang merupakan keinginan pertama saya), dan akhirnya sukses menjadi seorang fisikawan ? atau mengambil jurusan lain dan sukses dibidang tersebut ?.

Mungkin jika kalian mengenal saya ketika masih SMA, mungkin kalian tidak akan kepikiran untuk menjadi seorang programmer, yang selalu identik dengan komputer atau laptop dan teknologi lainnya. Coba bayangkan, pas masuk kuliah semester 1 , saya belum begitu bisa menggunakan komputer. Bahkan untuk sekedar menginstall software, saya tidak tau, dan untuk mengoperasikan komputer pun, masih ada perasaan "was was" dalam diri saya. Dan saya sendiri baru punya laptop pribadi di semester 2

Ternyata kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi pada diri kita dimasa depan. Hari ini kita mungkin belum butuh dengan sebuah tenda kemah. Tapi bagaimana  jika tiba-tiba rumah kita rusak, dan akhirnya harus tinggal sementara disebuah tenda kemah.

Apa yang sedang saya coba saya sampaikan disini adalah bahwa, tidak ada yang namanya "Salah pilih jurusan",  hanya karena kamu belum mengetahui untuk apa ilmu yang kamu peroleh dari jurusanmu itu. Setiap ilmu pasti bermanfaat, jadi tak perlu merisaukan betapa sulitnya ilmu itu, semakin sulit ilmu itu, maka semakin banyak pula ilmu yang kau dapatkan dari kesulitan itu.

Ilmu tak akan datang pada orang yang malas mencari ilmu, seandainya ilmu itu terlihat wujudnya, niscaya kamu akan rela menghabiskan hartamu hanya untuk mendapatkannya. Pelajarilah ilmu sebanyak-banyaknya apapun itu, hingga nanti tiba saatnya, pilihlah yang paling banyak manfaatnya untuk orang banyak.

Kuliah jurusan teknik informatika bukan berarti tentang bagaimana menjadi seorang Ahli dibidang informatika, kuliah jurusan kedokteran bukan berarti tentang bagaimana kamu harus menjadi dokter. Tapi ini tentang bagaimana memperoleh ilmu sebanyak-banyaknya sebelum kamu kehabisan waktu dan masyarakat telah membutuhkan ilmu mu.

Jika orientasimu hanyalah tentang uang dan bertahan hidup, percayalah orang berilmu takkan pernah merasakan kesulitan tentang itu. Allah tahu yang terbaik untukmu.

Membuat deret Fibonacci dengan Python

Membuat deret fibonacci dengan Python

sekilas tentang fibonacci 
Berdasarkan buku The Art of Computer Programming karya Donald E. Knuth, barisan Fibonacci pertama kali dijelaskan oleh matematikawan India, Gopala dan Hemachandra pada tahun 1150, ketika menyelidiki berbagai kemungkinan untuk memasukkan barang-barang ke dalam kantong. Di dunia barat, barisan ini pertama kali dipelajari oleh Leonardo da Pisa, yang juga dikenal sebagai Fibonacci (sekitar 1200), ketika membahas pertumbuhan ideal dari populasi kelinci.

Barisan Fibonacci berawal dari 0 dan 1, kemudian angka berikutnya didapat dengan cara menambahkan kedua bilangan yang berurutan sebelumnya. Dengan aturan ini, maka barisan bilangan Fibonaccci yang pertama adalah:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, 610, 987, 1597, 2584, 4181, 6765, 10946...
Barisan bilangan Fibonacci dapat dinyatakan sebagai berikut:
Fn = (x1n – x2n)/ sqrt(5)
dengan
  • Fn adalah bilangan Fibonacci ke-n
  • x1 dan x2 adalah penyelesaian persamaan x2 – x – 1 = 0.
Perbandingan antara Fn+1 dengan Fn hampir selalu sama untuk sebarang nilai n dan mulai nilai n tertentu, perbandingan ini nilainya tetap. Perbandingan itu disebut rasio emas yang nilainya mendekati 1,618.




hasilnya adalah seperti berikut ini

Sekian dan terima kasih

Belajar Phyton, Menginstall Anaconda Phyton dan Menggunakan Jupyter

Belajar Phyton, Menginstall Anaconda Phyton dan Menggunakan Jupyter


Assalamu Alaikum Wr. Wb
Anaconda adalah sebuah aplikasi yang terdiri dari berbagai package dan tool untuk melakukan pengembangan aplikasi menggunakan bahasa Phyton.

Penggunaan Anaconda cukup User Friendly jika dibandingkan dengan aplikasi bawaan dari Phyton yang juga belum terinstall package yang dibutuhkan.

sedangkan dengan Anaconda sudah tersedia berbagai package bawaan, seperti Jupyter, Numpy, Pandas, Spyder dan berbagai package lainnya.

untuk mendapatkan aplikasi Anaconda anda dapat mengklik link ini.
Silahkan download dan kemudian install seperti Aplikasi pada umumnya.

Jika sudah selesai menginstal, silahkan jalankan aplikasinya dan akan muncul tampilan berikut.




Disini kita akan mencoba menggunakan Jupyter untuk melakukan coding sederhana melalui browser. klik launch pada pilihan Jupyter. maka akan muncul tampilan seperti berikut :


Diatas merupakan tampilan halaman browser, ketika kita menjalankan Jupyter, maka browser akan terbuka dan menampilkan halaman diatas, anda bisa memilih difolder mana projek akan disimpan , atau anda bisa juga membuat folder baru, dengan memilih pilihan dropdown di sebelah kanan.
jika sudah membuat folder baru, silahkan klik folder tersebut untuk masuk kedalamnya.
kemudian silahkan buat file baru untuk memulai membuat program/coding, dengan memilih pilihan Phyton 3 di dropdown sebelah kanan tadi. maka otomatis halaman untuk mengetik program akan terbuka.
silahkan buat program sederhana anda kemudian run dengan cara mengklik tombol run yang ada di menu atas.

sekian tutorial dari saya, semoga bermanfaat.
terima kasih






 

Menambah ukuran import file database di phpMyAdmin

Menambah ukuran import file database di phpMyAdmin


Assalamu Alaikum Wr Wb.

Kali ini saya akan membahas bagaimana cara untuk menambah batas ukuran import database pada phpMyAdmin. Sebagaimana kita ketahui, secara default batas ukuran database yang dapat diupload kedalam phpMyAdmin ada sekitar 2 Mb saja.

Tentu bagi teman-teman yang memiliki ukuran database yg lebih dari 2 Mb tidak akan bisa dimasukkan ke phpMyAdmin. Oleh karena itu, batas ukuran import tadi harus diubah ke ukuran yang sesuai dengan kebutuhan kita.

Perlu diketahui, disini saya menggunakan Xampp untuk menjalankan server lokal saya, tetapi sepertinya tidak ada perbedaan jika teman teman menggunakan aplikasi lainnya seperti WampServer, Ampps dan lain-lain.

silahkan ikuti cara berikut.

  1. buka file php,ini (biasanya terletak di direktori C:\xampp\php)
  2. kemudian cari upload_max_filesize beri nilai 14M (untuk batas 14 MB, atau 64 untuk 64 MB, beri saja sesuai kebutuhan kalian). sehingga ketika dirubah akan menjadi upload_max_filesize= 14M. ini adalah batas ukuran file yang bisa kalian upload.
  3. kemudian cari post_max_size beri nilai 14M (sesuaikan juga dengan kebutuhan kalian). ini adalah ukuran maksimum data POST yang akan diterima oleh PHP
  4. kemudian cari max_execution_time = 300 (sesuaikan dengan kebutuhan kalian, hitungannya dalam second). ini adalah waktu eksekusi maksimum setiap skrip
  5. kemudian cari max_input_time = 600 (sesuaikan dengan kebutuhan kalian, hitungannya dalam second).
  6. memory_limit = 256M (sesuaikan dengan kebutuhan kalian, hitungannya dalam MB)
setelah selesai kalian ubah, silahkan simpan file php.ini kalian, kemudian restart kembali XAMPP kalian. sekian dan terima kasih.

Waasalamu Alaikum Wr. Wb.


Macam macam fungsi string pada PHP beserta contoh penggunaannya

Assalamu alaikum


Berikut ini macam macam fungsi string pada PHP beserta contoh penggunaannya
  1. Fungsi strlen()

Fungsi strlen() digunakan untuk mendapatkan panjang / jumlah karakter suatu string, dimana jumlah karakter dalam bentuk string.
Sintax :
strlen( “string” );
Contoh :
$x = strlen(“djoko soerjanto”);
echo “Jumlah karakternya = $x “

  1. Fungsi strstr()

Fungsi strstr() digunakan untuk mengambil sebagian string dari suatu posisi sub-string yang dicari. Jika posisi sub-string ditemukan maka mulai posisi tersebut sampai akhir string merupakan hasilnya.
Sintax :
strstr( “string” , “sub-string”);
Contoh :
$x = strstr(“djoko soerjanto”,”e”);
echo “Hasil = $x “; // erjanto

  1. Fungsi stristr()

Fungsi stristr() sama dengan strstr() hanya dibedakan pada stristr() penulisan string dalam huruf besar atau huruf kecil (case sensitive) sama saja, sedangkan pada strstr() sangat case sensitif.
Sintax :
stristr( “string” , “sub-string”);
Contoh :
$x = strstr(“djoko soerjanto”,”E”);
echo “Hasil = $x “;  // Hasil =
$x = stristr(“Djoko Soerjanto”,”E”);
echo “Hasil => $x <br>”; // Hasil = erjanto

  1. Fungsi substr()

Fungsi substr() adalah mengambil string berdasarkan indeks / nomor posisi huruf dalam string sepanjang yang diinginkan. Indeks dimulai dari nomor 0 untuk posisi paling awal/kiri. Jika panjang string tidak disertakan, maka panjang akan di ambil dari posisi huruf sampai akhir string.
Sintax :
substr( “string” , indeks, panjang );
Contoh :
$a = substr(“SEMARANG”,3); // ARANG
$b = substr(“STEKOM SEMARANG”,2 ,3); // EKO

  1. Fungsi str_replace()

Fungsi str_replace() adalah mengganti isi sub string lama dengan suatu substring baru yang lain pada     sebuah string.
Sintax :
str_replace( “sub_lama”,”sub_baru”,“string”);
Contoh :
$x = str_replace(“GEDUNG”,”KAMPUS”,”GEDUNG STEKOM”); // KAMPUS STEKOM

  1. Fungsi strtolower(), strtoupper()

Fungsi strtolower() adalah mengubah ukurun huruf string menjadi kecil semua. Sedangkan strtoupper adalah kebalikannya.
Sintax :
strtolower( “string”);
strtoupper( “string”);
Contoh :
$x = strtolower(“STEKOM”); // stekom
$y = strtoupper(“semarang”); // SEMARANG

  1. Fungsi trim(), ltrim(),rtrim()

Fungsi trim() adalah membuang spasi yang ada pada sebelum (paling kiri) dan sesudah (paling kanan) dari suatu string. Fungsi ltrim()hanya membuang spasi sebelum (paling kiri) dari string , sedangkan rtrim() membuang spasi sesudah (paling kanan) dari string.
Sintax :
trim(“string”);
ltrim(“string”);
rtrim(“string”);
Contoh :
$x = trim(“ STEKOM SEMARANG ”); // “STEKOM SEMARANG” (tanpa spasi kiri dan
kanan)
$y = ltrim(“ KAMPUS 1 ”) // “KAMPUS 1 ”
$z = rtrim(“ TEKNIK INFORMATIKA ”) // “ TEKNIK INFORMATIKA”

  1. Fungsi ucfirst()

Fungsi ucfirst() adalah mengubah huruf pertama kali dari string menjadi huruf besar (kapital).
Sintax :
ucfirst(“string”);
Contoh :
$x = ucfirst(“djoko soerjanto”); // Djoko soerjanto

  1. Fungsi ucwords()

Fungsi ucwords() adalah mengubah huruf pertama kali dari setiap kata menjadi huruf besar (kapital).
Sintax :
ucwords(“string”);
Contoh :
$x = ucwords(“djoko soerjanto”); // Djoko Soerjanto

  1. Fungsi strrev()

Fungsi strrev() adalah mengubah huruf pertama kali dari string menjadi huruf besar (kapital).
Sintax :
strrev (“string”);
Contoh :
echo strrev(“rusak”); // kasur

  1. Fungsi strcmp()

Fungsi strcmp() adalah membandingkan dua buah string. Jika bernilai 1 berarti tidak sama, sedangkan kalau bernilai 0 berarti sama.
Sintax :
strcmp (“string1”, “string2”);
Contoh :
echo strcmp(“rusak”,”Rusak”); // 1
Sumber : Buku – Dasar Pengrograman PHP. Oleh : Djoko Soerjanto
Back To Top